Legion Charter

Our Mission, Origin of The 501st Name, FAQ, Testimonials, Legion Charter & Operations Protocol

Locked
User avatar
admin
Site Admin
Posts: 8
Joined: Sat Jan 19, 2019 12:52 pm
Legion Member Since:

Legion Charter

Post by admin » Sat Jan 19, 2019 12:52 pm

LEGION CHARTER
Pasal I: Nama
The 501st Legion juga dikenal sebagai “the Legion”, “the 501st“, dan “Vader’s Fist”.

Pasal II: Tujuan
1. The 501st Legion adalah organisasi penggemar dan pemakai kostum STAR WARS™ internasional yang mendedikasikan diri mereka untuk merayakan kecintaannya kepada dunia STAR WARS melalui kreasi, menampilkan dan memakai kostum-kostum berkualitas tinggi para tokoh antagonis (penjahat) hikayat STAR WARS.
2. Legiun mempromosikan minat terhadap STAR WARS dan juga memfasilitasi penggunaan kostum-kostum ini untuk acara dan kegiatan yang berhubungan dengan STAR WARS, dan juga berkontribusi kepada masyarakat sekitarnya dengan mengikuti kegiatan amal dan pekerjaan sukarela.

Pasal III: Perwakilan
The 501st Legion mengakui bahwa para anggota Legiun tidak memiliki klaim atas hak cipta dan kekayaan intelektual Lucasfilm Ltd. (LFL), terkecuali dan terbatas pada hak istimewa yang diberikan kepada organisasi oleh LFL. Para anggota mengakui dan menerima bahwa mereka, sesuai dengan peraturan, ketika sudah mengenakan kostum dan melakoni para tokoh STAR WARS, merupakan perwakilan Legiun. Ketika mewakili Legiun, para anggota setuju untuk selalu berperilaku sopan, profesional, dan bertanggungjawab dalam segala kesempatan.

Pasal IV: Keanggotaan
1. The 501st Legion adalah klub (perkumpulan) inklusif, egaliter, demokratis dan non-diskriminatif. Keanggotaannya terbuka bagi mereka yang berusia 18 tahun ke atas yang memiliki kostum yang memenuhi standar keakuratan, kelengkapan, dan kualitas produksi yang dituntut oleh Legiun.
2. Pada saat penerimaan, anggota baru dapat memilih atau diberikan nomor keanggotaan pribadi. Nomor yang diberikan memiliki awalan dua-kata yang menandakan kostum yang disetujui. Nomor keanggotaan adalah unik dan hanya berlaku untuk sang anggota sendiri, sehingga tidak dapat ditransfer. Hak dan hak istimewa diberikan kepada para anggota sesuai dengan status keaktifan atau ketidakaktifannya.
3. Para anggota setuju untuk mengenakan dan menggunakan kostum mereka sesuai dengan persyaratan keanggotaan yang ditentukan oleh Legiun.
4. Para anggota diharapkan untuk selalu mematuhi perundang-undangan lokal, regional, nasional masing-masing.
5. Wewenang untuk mengabulkan, menolak, menangguhkan atau menghentikan keanggotaan hanya dimiliki oleh Legion Command, dan tidak dapat digantikan oleh peraturan Sub-Divisi atau Unit Legiun manapun.
6. The 501st Legion memiliki hak sepenuhnya untuk menolak atau membatalkan keanggotaan siapapun dan kapanpun, berdasarkan catatan kriminal anggota, sebagaimana telah ditetapkan di dalam Operations Protocol, dan juga sesuai dengan peraturan yang berlaku di masing-masing negara atau daerah. Pemberitahuan mengenai penolakan atau pemberhentian akan melalui 501st Legion Council.

Pasal V: Organisasi
1. The 501st Legion adalah klub internasional yang dibagi menjadi Garrisons, Squads, dan Outpost. Level Legion Command terdiri atas Legion Commanding Officer (LCO), Legion Executive Officer (LXO), dan seorang anggota staf administratif untuk mengelola organisasi. Legiun menyadari bahwa sebagian besar kegiatan akan berada pada level lokal. Untuk itu, Legiun terbagi dalam beberapa sub-divisi berdasarkan batas-batas geografis. Daftar batas-batas Garrisons, Squads, dan Outpost dikelola oleh Legion Captain of the Guard (LCOG).
2. The Legion Council adalah badan yang terdiri atas Legion Command dan perwakilan dari masing-masing Garrisons dan Outpost. Dewan ini dimoderasi oleh Legion Commanding Officer (LCO). Anggota Legiun dapat menghantarkan permasalahan dan keluhan kepada Dewan melalui Perwakilan Dewannya masing-masing, atau, apabila permasalahannya adalah dengan Perwakilan Dewannya, dapat melalui anggota Dewan lainnya (termasuk Legion Command).
3. Detachment adalah grup sumber daya khusus yang berfokus pada kostum atau katagori kostum tertentu dan tidak dibatasi oleh geografi.

Pasal VI: Legion Officers
1. Legion Commanding Officer atau LCO: LCO adalah administrator tertinggi dan presiden klub. LCO mengangkat staf administratif untuk mendukung pengelolaan klub, yang dapat meliputi, tetapi tidak terbatas kepada, perancangan kebijakan, memimpin Legion Council, dan mengkoordinasi kerja-sama dengan pihak-pihak luar.
2. Legion Executive Officer atau LXO: LXO membantu LCO dalam pengorganisasian klub sebagai Wakil Presiden. LXO dapat menjalankan tugas-tugas sebagaimana telah ditugaskan oleh LCO, dan juga akan bertugas sebagai presiden klub ketika LCO berhalangan.
3. Legion Captain of the Guard atau LCOG: Jabatan LCOG menerjemahkan dan menerapkan peraturan-peraturan Legiun. LCOG berperan sebagai mediator yang imparsial dalam perselisihan antar anggota dan perwira, memantau sidang disipliner, memoderasi pemilihan Legiun, dan mengelola peta unit-unit Legiun.
4. Legion Membership Officer atau LMO: LMO bertanggungjawab untuk mengkaji dan menindaklanjuti permintaan keanggotaan dan mengelola LMO bertanggungjawab untuk mengkaji dan memproses lamaran keanggotaan dan mengelola database Legiun. LMO menentukan kebijakan-kebijakan mengenai kostum-kostum, termasuk tipe kostum apa saja yang sesuai standar keanggotan dan juga pengendalian mutunya. LMO memiliki wewenang terakhir dalam menentukan dan menyetujui kostum anggota. LMO mengawasi dan membimbing Detachment, Garrison Membership Liaisons, dan Garrison Web Liaisons.
5. Legion Webmaster (LWM): LWM mengelola semua sumber daya web dan juga membimbing para Webmaster tingkat Unit.
6. Legion Merchandising and Branding Officer atau LMBO: LMBO memimpin semua kegiatan perdagangan Legiun, termasuk juga pada tingkat Unit lokal. LMBO memastikan bahwa semua kegiatan perdagangan sesuai dengan semua peraturan dan pedoman mengenai pemakaian gambar, harga, dan distribusi.
7. Legion Public Relations Officer atau LPRO: LPRO bertugas sebagai titik vokal utama antara Legiun dengan khalayak umum dan partai-partai eksternal lainnya. LPRO juga bertugas sebagai editor eksekutif semua publikasi dan produk multimedia Legiun. Selain itu, LPRO juga memiliki tugas sebagai titik kontak vokal utama Legiun dengan selebritas dan VIP.
8. Legion Charity Representative atau LCR: LCR bertugas sebagai titik vokal utama antara Legiun dengan lembaga-lembaga amal. LCR mengelola dokumentasi kegiatan-kegiatan amal Legiun dan dapat memberitakan dan mempromosikan upaya-upaya amal Legiun kepada khalayak umum.
9. Kesemua perwira di atas, secara bersama, disebut “Legion Command”.

Pejabat Unit
Garrison Officers

1. Garrison Commanding Officer atau CO / GCO: CO dipilih oleh para anggota Garrison. CO adalah administrator tertinggi Garrison dan bertanggungjawab atas semua kegiatan Garrison dan pengkoordinasian kegiatan yang berlangsung di dalam wilayah Garrison. CO bertanggungjawab untuk menjalankan komunikasi dengan Legion Council dan Legion Command. CO juga mengangkat perwira dan staf Garrison, dan menerapkan hukum forum lokal. CO adalah perwakilan utama Garrison di Legion Council, dan bertanggungjawab untuk mengangkat perwakilan tambahan Garrison di Dewan.
2. Garrison Executive Officer atau XO / GXO: XO diangkat oleh CO. XO dapat menjalankan tugas-tugas yang diberikan CO, dan juga akan berperan sebagai pemimpin Garrison apabila CO berhalangan.
3. Garrison Membership Liaison atau GML: GML diangkat oleh CO. GML bertanggungjawab untuk mengkaji dan memproses lamaran keanggotaan, dan mengelola informasi anggota Garrison di database Legiun. GML melapor kepada CO dan LMO. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tugas dan tanggung-jawab GML, lihatlah GML Survival Guide.
4. Garrison Public Relations Officer atau GPRO: GPRO diangkat oleh GCO. GPRO membantu GCO dalam mempromosikan Unit kepada khalayak umum, dan juga dapat ditugaskan oleh LPRO untuk membantunya dalam kegiatan-kegiatan promosi Legiun kepada khalayak umum.
5. Garrison Web Liaison atau GWL: GWL diangkat oleh GCO. GWL membantu GML dalam persiapan dan pengelolaan Profil Keanggotaan Garrison, dan bertanggungjawab langsung atas pemrosesan dan pengelolaan Foto Profil Keanggotaan Garnisun.
Squad Officers
1. Squad Leader atau SL: SL dipilih oleh keanggotaan Pasukan. SL adalah coordinator kegiatan di wilayah pasukan. SL langsung melapor kepada pemimpinan Garrison.

Outpost Officers
1. Outpost Leader atau OL: OL sebuah Outpost dipilih oleh keanggotan Outpost. OL adalah administrator utama Outpost dan bertanggungjawab atas semua kegiatan Outpost, dan juga pengkoordinasian kegiatan di dalam wilayah Outpost. OL bertanggungjawab untuk menjalankan komunikasi dengan Legion Council dan Legion Command. OL juga mengangkat perwira dan staf Outpost, dan menerapkan hukum-hukum forum lokal. OL adalah perwakilan utama keanggotan Outpost di Legion Council.

Detachment Officers
1. Detachment Leader atau DL: DL dipilih oleh keanggotaan Detachment. DL adalah administrator tertinggi di Detachment dan bertanggungjawab atas semua kegiatan Detachment, dan mengelola penelitian dan informasi mengenai pembuatan kostum. DL juga mengangkat perwira dan staf Detachment. DL diawasi dan diwakili di Council oleh LMO. Seorang DL memiliki pertanggungjawaban sebagai berikut:
1. Memverifikasi status keanggotaan di Legiun dengan kostum yang telah disetujui, dan memberikan akses yang dibutuhkan oleh anggota aktif Legiun di daerah masing-masing Detachment.
2. Mengawasi dan memimpin forum Detachment, dan juga mengangkat moderator tambahan apabila diperlukan.
3. Memastikan bahwa situs internet Detachment dikelola secara benar dengan muatan yang akurat dan terbaru.
4. Berpartisipasi dalam forum-forum Legiun dan menasehati DL dan GML lainnya, apabila perlu.
5. Mempertahankan komunikasi dengan LMO dan melaporkan isu atau kontroversi apapun sehubungan dengan kostum.

Pasal VII: Pemilihan
1. Posisi-posisi LCO, CO Garrison dan Outpost, dan Ketua Detachment, kesemuanya adalah jabatan yang berdasarkan pemilihan. Semua posisi lainnya ditentukan oleh perwira pengawas masing-masing.
2. Anggota aktif yang berprestasi dan memenuhi untuk menjabat juga memilih di unitnya masing-masing..
3. Semua jabatan terpilih bermasa jabatan satu tahun.
4. Jabatan LCO dipilih berdasarkan angka terbanyak di antara anggota-anggota aktif legiun. Jabatan-jabatan CO Garrison dan Outpost, Pemimpin Pasukan, dan Detachment Leader dipilih berdasarkan angka terbanyak di antara masing-masing unit.
5. Pemilihan tahunan adalah wajib untuk semua unit, terkecuali apabila perwira yang menjabat tak tertandingi, sehingga pemilihan dapat ditiadakan.
6. Apabila terdapat komandan unit atau pemimpin yang tidak dapat melanjutkan masa tugasnya, unit tersebut harus segera melaksanakan pemilihan untuk penggantinya. Unit yang mempertahankan perwira eksekutifnya akan berada di bawah pengawasan perwira eksekutif tersebut sampai terlaksa dan selesainya pemilihan darurat. Apabila perwira komando dan perwira eksekutif tidak dapat bertugas, LCOG akan menjadi pelaksana tugas sementara hingga tuntasnya pemilihan darurat. Apabila Squad Leader tidak dapat melanjutkan masa tugasnya, CO Garrison akan mengambil alih kewajiban adminstratifnya hingga pemilihan darurat Squad selesai. Ketidakmampuan untuk menjabat dapat ditentukan oleh baik pengunduran sukarela, atau ketidakaktifan selama 30 hari dan telah menempuh semua jalur komunikasi.
7. Unit Legiun apapun, (baik Legiun itu sendiri) dapat menindaklanjuti permasalah-permasalahan tak terselesaikan di dalam kepemimpinan dengan meminta pemilihan ulang akan ketua unit tersebut. Permintaan untuk pemilihan ulang harus didaftarkan kepada Legion Captain of the Guard untuk konsultasi, pengkajian, dan persetujuan sebelum ditindaklanjuti. Pemilihan ulang tidak boleh digunakan untuk sebatas hanya menyampaikan ketidakpuasan terhadap proses pemilihan yang telah berlangsung sesuai hukum (keluhan mengenai pemilihan yang tidak dijalankan secara benar harus disampaikan kepada LCOG, dan berada di luar kewenangan peraturan ini).

Pasal VIII: Kebijakan dan Amandemen
1. Sebuah komite akan dibentuk dan dipimpin oleh Legion Command. Yang terdiri atas beraneka macam anggota Legiun untuk mengawasi dan mengelola amandemen terhadap Charter ini. Komite ini akan disebut Charter Review Committee atau CRC.
2. Amandemen terhadap Charter dapat diusulkan oleh anggota aktif Legiun manapun kepada CRC, baik langsung maupun via perwakilan Legion Council, dan pada setiap saat..
3. Rancanngan proposal akan diberikan kepada Legion Council untuk pengkajian. Selama proses pengkajian, proposal dapat direvisi oleh CRC dengan usulan-usulan dari Legion Council. Anggota Legion Council berwenang untuk berbagi mengenai pekerjaan yang sedang berjalan dengan anggota-anggota masing-masing unit untuk masukan tambahan. Penuntasan revisi tidak boleh lebih lama dari 10 hari semenjak pendaftaran rancangan.
4. Ketika mencapai tahap memuaskan dari tuntasnya sebuah proposal, ditandai dengan persetujuan dua-per-tiga (2/3) anggota Legion Council, Legion Council akan mempersembahkan proposal yang sudah selesai untuk segera disetujui.
5. Proposal kemudian membutuhkan dua-per-tiga suara mayoritas dari anggota-anggota Legiun untuk menyetujuinya..
6. Apabila disahkan, proposal menjadi amandemen dan berlaku efektif segera setelah pengambilan suara.
7. Amandemen yang tidak disahkan Legion Council, atau ratifikasi oleh keanggotaan Legiun, tidak dapat diusulkan lagi oleh badan tersebut selama kurun waktu satu tahun dari tanggal pengambilan suara. Terkecuali, terdapat perihal baru yang terdokumentasi muncul dan dapat mempengaruhi diskusi dan pengambilan suara.. Tunjangan untuk pengambilan suara lagi sebelum kurun waktu 12 bulan memerlukan persetujuan Legion Command Officer, Legion Executive Officer, dan Legion Captain of the Guard.

Pasal IX: Merchandise dan Branding
Legiun 501adalah klub yang didasarkan atas hak milik yang dipatenkan dan tidak diijinkan untuk mengambil keuntungan dari penjualan komoditas bergambarkan atau berdasarkan ide dari hak milik STAR WARS.
1. Komoditas atau barang dagangan yang diproduksi untuk mempromosikan atau mengiklankan 501st Legion (selanjutnya akan disebut sebagai “komoditas”) hanya akan dijual kepada anggota 501st Legion dan Rebel Legion dan dengan harga rendah. Komoditas tidak akan diperjualbelikan kepada khalayak umum terkecuali diijinkan dan disetujui oleh Legion Command dan Lucasfilm Ltd. Semua komoditas harus memenuhi pedoman Legiun dan disetujui oleh Legiun sebelum diproduksi. Komoditas yang tidak memenuhi persyaratan pedoman ini akan dianggap tidak resmi dan penjualannya tidak diperbolehkan kepada anggota 501st Legion. Produksi dan distribusi komoditas tidak resmi dapat dihukum dengan sanksi disipliner oleh Legiun.
2. Barang apapun yang memuat tulisan "501st Legion", "Fighting 501st", "Vader's Fist", logo 501st, URL, atau apapun dari sub-unit Legiun, atau sebutan atau gambar lainnya yang dapat diidentifikasikan sebagai Legiun dan sub-unitnya dianggap sebagai perwakilan 501st Legion. Proposal untuk barang-barang semacamnya harus dikaji oleh Legion Merchandising and Branding Officer, dan persetujuan harus diberikan oleh LMBO sebelum proses produksiannya.
3. Legiun tidak mendukung atau mengelola pembuatan dan penjualan prop, kostum, bagian kostum atau material oleh seseorang kepada yang lain. Legiun tidak akan mencampuri penjualan dan transaksi pribadi komoditas non-Legiun. Peraturan Legiun tidak mencakup perselisihan-perselisihan dalam bidang ini.

Pasal X: Aksi Disipliner
Ketika standar operasi Legiun dilanggar, menindaklanjuti pelanggaran merupakan keharusan yang sangatlah disayangkan. Semenrtara Legiun mengakui bahwa keanggotaan adalah sukarela dan harus menyenangkan, Legiun juga mengakui bahwa tetap harus ada perlindungan kepada anggotanya dari penyelewengan dan pelanggaran. Untuk itu, Legiun menerapkan sebagai berikut sebagai aksi disipliner.
1. Semua komandan diharapkan untuk menrapkan peraturan-peraturan Legiun sesuai dengan yurisdiksi masing-masing. Anggota manapun yang berprilaku tidak pantas atau melanggar peraturan Legiun atau prinsip-prinsipnya, akan dijatuhi dengan aksi disipliner. Perselisihan di dalam sub-divisi Legiun akan ditangani oleh komandan sub-divisi tersebut, terkecuali apabila komandan tersebut terlibat di dalam perseteruan tersebut, atau apabila terlibat konflik kepentingan, alhasil perseteruan tersebut harus ditangani oleh tingkatan Legiun di atasnya.
2. Keluhan anggota harus disampaikan kepada komandannya langsung. Komandan bertanggungjawab untuk menengahi perselisihan. Aksi ini dapat berupa pertemuan informal antar para partai, bahkan musyawarah formal.
3. LCOG harus diinformasikan sebelum musyawarah apapun dan di level manapun, dan ditawarkan untuk mengawasi berjalannya muswarah atau terlibat secara langsung di dalam musyawarah.
4. Apabila terjadi konflik atau keluhan melibatkan anggota-anggota dari berbagai unit, komandan dari penyampai keluhan akan bertugas sebagai perwira pengawas dan mengadakan musyawarah antara terdakwa dengan komandan unit terdakwa. Apabila salah satu pihak yang terlibat merupakan perwira unit, musyawarah akan diawasi oleh LCOG atau wakilnya.
5. Semua musyawarah dilaksanakan di forum legion, terkecuali diawasi oleh LCOG.
6. Tidak ada satupun anggota Legiun yang dapat dicabut keanggotaannya tanpa sepengetahuan dan persetujuan Legion Command.
7. Setelah resolusi tercapai, kedua pihak dalam aksi disipliner memiliki hak untuk naik banding kepada LCOG dalam 30 hari. Lihatlah pedoman operasional dan prosedur banding.

Pasal XI: Protokol Operasional
1. Protokol Operasional adalah peraturan, proses dan prosedur tambahan untuk mengelola operasi biasa, dan menyediakan acuan dan instruksi. Protokol Operasional menentukan harapan aksi dan perilaku bagi Legiun dan anggota-anggotanya agar dapat bekerja sesuai Legion Charter. Protokol Operasional tercantum di dalam dokumen berjudul Protokol Operasional.
2. Amandemen, perubahan, atau pencabutan Protokol Operasional dapat diusulkan oleh anggota aktif Legiun kepada Legion Council Representative nya.
3. Legion Council akan mengkaji, menerima/menolak, dan merancang perubahan yang diusulkan ke dalam Protokol Operasional.
4. Rancangan usulan yang telah lengkap akan dipresentasikan oleh Legion Council kepada para anggota untuk peratifikasian.
5. Amandemen terhadap Protokol Operasional memerlukan mayoritas sederhana pengambil suara untuk disetujui.
6. Apabila disetujui, proposal akan dileburkan ke dalam Protokol Operasional dan akan berlaku efektif segera setelah pengambilan suara..

Revised by Domz 8-21-2015 Changed rev date code - KRK

Locked